Breaking News
- Bupati Tangerang Resmikan Gedung Sekretariat dan GOR KONI Kabupaten Tangerang
- Wabup Intan Minta Warga Jadikan Balai Warga Sebagai Rumah Ide, Gagasan dan Persatuan
- Kapolres Bangka Barat Imbau Sopir Truk Sawit Gunakan Jaring Demi Keselamatan Lalu Lintas
- Kurang Dari 12 Jam, Polres Bangka Barat Ungkap Kasus KDRT di Simpang Teritip
- Kapolres Bangka Barat Ajak Anggota Tanam Pohon Meski Diguyur Hujan Lebat
- Satlantas Polres Bangka Barat Intensifkan Patroli Rawan Banjir di Mentok
- Polres Bangka Barat Beri Penghargaan Kepada 14 Satpam Berprestasi Pada HUT Satpam Ke-45
- Komdigi Resmi Blokir Akses Grok AI Imbas Maraknya Deepfake Asusila
- RedDoorz Balaraja Salurkan Bantuan Sembako Pasca Banjir Untuk Warga Kampung Bojong, Desa Pasir Ampo
- Di Duga Langgar Sop Oprasional Mitra Pt. Timah di Mentok Menuai Protes
Wagub DKI Jakarta Tinjau Kawasan Kota Tua di Taman Sari Jakbar
Peninjauan Hari Ini Menjadi Bukti Keseriusan Pemprov DKI Jakarta Dalam Menggarap Kota Tua

Jakarta, infokomnusantaranews.id
Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Rano Karno melakukan peninjauan kawasan Kota Tua, Kelurahan Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat, Rabu (17/12/2025).
Menurut Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Rano Karno, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta komitmen untuk menata dan merevitalisasi kawasan tersebut secara menyeluruh dan berkelanjutan, seiring dengan selesainya pembangunan Stasiun MRT di kawasan Kota Tua.
“Peninjauan hari ini menjadi bukti keseriusan Pemprov DKI Jakarta dalam menggarap Kota Tua. Kawasan ini memiliki sejarah panjang sehingga penanganannya harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh pihak terkait,” tuturnya.
Wagub Rano menjelaskan, revitalisasi Kota Tua merupakan pekerjaan besar yang telah melalui proses panjang selama lebih dari satu dekade dan sempat mengalami jeda. Oleh karena itu, penataan kawasan tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan keterlibatan berbagai disiplin ilmu serta kolaborasi lintas instansi.
Ia menegaskan, revitalisasi Kota Tua harus berjalan seiring dengan pembangunan infrastruktur Transportasi massal, khususnya MRT. Menurutnya, penataan kawasan tidak boleh tertinggal ketika operasional MRT telah dimulai.
“Ini adalah titik awal. Ketika nanti stasiun MRT selesai dibangun di kawasan ini, penataan Kota Tua harus berjalan bersamaan. Jangan sampai MRT sudah beroperasi, tetapi kawasan sekitarnya belum tertata. Itu sudah sangat terlambat,” tegasnya.

Rano Karno mengungkapkan potensi besar Kota Tua sebagai simpul aktivitas Masyarakat setelah terintegrasi dengan berbagai moda transportasi. Berdasarkan data di Galeri MRT, Stasiun Jakarta Kota saat ini melayani hampir 1,3 Juta Penumpang per hari. Jumlah tersebut diperkirakan akan bertambah sekitar 500 Ribu Penumpang dari MRT, belum termasuk pengguna TransJakarta.
“Artinya, setiap hari sekitar 2,5 juta orang akan berada dan beraktivitas di kawasan ini. Potensi yang sangat besar ini harus diatur dan dikelola dengan baik agar Kota Tua dapat dinikmati secara nyaman oleh semua pihak,” jelasnya.
Dalam penataan kawasan, Pemprov DKI menyiapkan pengaturan bagi aktivitas ekonomi Masyarakat, termasuk pedagang kaki lima (PKL). Area parkir dan ruang usaha telah disiapkan agar kegiatan ekonomi tetap berjalan tertib tanpa mengganggu fungsi kawasan bersejarah.
“Kalau semua ini sudah terwujud, harus diatur dengan baik. Jika tidak, kawasan ini tidak akan bisa kita nikmati bersama,” pungkasnya.
Lebih lanjut, Wagub Rano menyampaikan bahwa Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara khusus telah menugaskannya untuk memimpin upaya revitalisasi Kota Tua. Kedepan, Pemprov DKI akan membentuk kelembagaan khusus serta menyusun pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas antar instansi.
Sementara, Plt. Wali Kota Jakarta Barat, Yuli Hartono mengungkapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat siap mendukung dan menyukseskan rencana revitalisasi penataan kawasan Kota Tua, Taman Sari, Jakarta Barat.
"Kami, Pemerintah Kota Jakarta Barat selalu mendukung dan siap menyukseskan rencana Pemprov DKI Jakarta menata dan merevitalisasi kawasan Kota Tua untuk menampilkannya sebagai destinasi Wisata yang bertaraf global," ujarnya saat mendampingi Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno.








